INDONET7.COM JAKARTA-Keluarga Besar Moeldoko Center mengucapkan: “Selamat Ulang Tahun (Ultah) / Milad
kepada Pak Moeldoko yang ke 65th, semoga Pak Moeldoko selalu sehat, tetap
bijaknsana dan selalu ada menjaga NKRI, Pak Moeldoko menjadi panutan rakyat
Indonesia untuk membangun negeri. Sukses dalam program Nawacita, menuju Indonesia Emas dengan gemilang”
Selanjutnya Pak Moeldoko memberikan ucapan balasan melalui video dalam akun IG @Moeldokocenter kepada Dewan Pimpinan Pusa Moeldoko Center, beliau mengatakan :
“Terimakasih atas dukungan selama ini, Alhamdulilah tanggal 8 Juli 2022 juga memperingati Ulang Tahun (Ultah) / Milad Moeldoko Center, tidak terasa sebagai sebuah organisasi sudah berjalan selama 1 tahun, meskipun masih tebilang muda tetapi Saya sudah bisa merasakan berbagai peran dan sumbangsih Moeldoko Center bagi masyarakat”, ujarnya.
Capaian prestasi kerja Moeldoko tentulah menjadi harapan masyarakat Indonesia mendapatkan pemimpin terbaik tokoh yang telah mengabdi separuh hidupnya untuk kepada negara, lebih dari 35 tahun sejak beliau menjadi tentara hingga menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Ketokohan Moeldoko seorang militer yang lahir dari anak petani dibentengi dengan pondasi agama Islam yang sangat kuat mengantarkan Moeldoko menjadi seorang Jenderal yang mengabdi untuk Agama bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Loyalitas Moeldoko menteri terbaik pilihan presiden Joko Widodo, dalam rilis hasil Lembaga survei
Political Weather Stations (PWS) terbaru tentang kelayakan para menteri dan pejabat setingkat menteri pemerintahan Joko Widodo – Maruf Amin maju sebagai calon presiden 2024 dimana Moeldoko masuk jajaran 3 besar.
Walaupun Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (40,5 persen) dan Menparekraf Sandiaga Uno (15,4 persen) leading diatas, namun yang sangat menarik adalah posisi Kepala KSP Moeldoko (10,2
persen) dapat melebih Menteri BUMN Erick Thohir (8,7 persen), dan Mensos Tri Risma Harini (7,5 persen).
Mencermati loyalitas Moeldoko sangatlah menarik untuk memberikan padangan mengenai pengabdian Moeldoko yang telah bekerja untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) .
Moeldoko diketahui mempunyai puncak karier di TNI ditunjuk Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Panglima TNI pada 30 Agustus 2013 dan berlanjut tahun 2015 masih
dipercaya sebagai Panglima TNI hingga dia purna tugas pada 8 Juli 2015. Ia kemudian digantikan Jenderal Gatot Nurmantyo.
Sepak terjang Moeldoko sebagai bagian keluarga Presiden Joko Widodo dapat dibuktikan ketika didaulat menjadi perwakilan keluarga dalam acara resepsi pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution pada 9 November 2017, pengaruh kedekatan dan kepercayaan keluarga presiden untuk mengawal pemerintahan Joko Widodo menempatkan elektabilitas Moeldoko tetap konsisten, memegang komando nomer satu relawan Joko Widodo poros Team Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, sukses menjadi Kepala Staf Kepresidenan ketiga sepanjang pemerintahan Jokowi-JK hingga Jokowi – Ma’ruf Amin, membikin spekulasi dirinya bakal digadang sebagai calon presiden pada tahun 2024.
Elektabilitas Moeldoko tanpa sebuah partai, meskipun pernah dengan Hanura dan Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat, Moeldoko dinilai sebagai seorang tokoh yang mampu membawa elektabilitas
partai Demokrat. Kondisi obyektif pun menjadi penilaian kader Parpol setelah era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) partai Demokrat tidak mempunyai tokoh yang mampu menjadi magnet
elektabilitas masa pendukung SBY selama dua periode.
Moeldoko mungkin posisinya belum kuat untuk bisa menjadi Ketum Parpol Demokrat, karena sosok Moeldoko sebagi negarawan sebatas dinilai ingin merebut partai Demokrat, padahal upaya
menempatkan Moeldoko sebagai Ketua Umum KLB Demokrat ditempuh melalui jalur hukum konstitusi yang cukup bijaksana tanpa menempatkan kepentingan dan kekuasaan pemerintah untuk mengebiri atapun “membegal Parpol Demokrat”. Legal formal Demokrat bukanlah jalur prestasi
untuk menaikan elektabilitas melainkan jalur simpatik yang masih sangat rentan kepengurusan partai di akar rumput.
Moeldoko dengan banyak prestasi, bersih dari tindakan korupsi yang merugikan negara telah membuktikan eksistensi dirinya dalam rezim SBY dan Joko Widodo sebagai orang kepercayaan
mengawal setiap pemerintahan,
Apakah Moeldoko masih belum pantas mendapatkan amanah menjadi seorang Presiden ?
Moeldoko bukanlah sosok yang cacat secara politik karena terpilih dari KLB Demokrat, walaupun kurang tepat masuk dalam arena poltik internal partai yang bukan menjadi rancangan Moeldoko untuk mengambil alih Partai Politik ( Parpol), tetapi atas dasar permohonan dari sejumlah kader
Parpol dan pendiri Demokrat yang merasa terzolimi. Kalah status hukum legal formal Parpol namun mampu memenangkan kepercayaan publik tanpa menggunakan kekuasaan yang dimilik oleh negara.
Demokrat terjerat dalam poros Cikeas masuk dalam arena oligarki, elite kekuasaan Demokrat sebagai tirani kepemimpinan pengurus dalam genggaman keluarga SBY.
Membangun jaringan sosiologis dan politik masyarakat yang dilakukan Moeldoko melalui organisasi
non partai dan pemerintah. Terdapat sejumalah organisasi seperti HKTI, Moeldoko Center (MC), anggotanya sudah mempunyai kepengurusan secara strukturan dari tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sampai tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) . Jaringan
aliansi poltilk seperti Pro Moeldoko, Sahabat Moeldoko, Kelompok Millenial, bahkan relawan yang dulu mendukun sosok kepemimpinan militer Prabowo lebih banyak memberikan dukungan kepada Moeldoko.
Strategi menyatukan poros relawan Jokowi – Prabowo menjadi sangat tepat untuk persatuan dan kesatuan anak bangsa dibawah komando Moeldoko, penilaian ini mendasar karena seorang
Moeldoko lebih tepat sebagai sosok rakyat jelata yang menjadi abdi dalem negara membela kepentingan rakyat dan negara hingga diharapkan dapat menjadi sosok pemimpin negara 2024.
(MY)