INDONET7.COM JAKARTA-Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tahun 2022 dibuka resmi oleh Ketua Umum (Ketum) KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman pada 13 September 2022, usai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI 2022 resmi ditutup.
“Kita baru saja menyelenggarakan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa yang menentukan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional ke-22 Tahun 2028, yang terpilih adalah NTT dan NTB sebagai tuan rumah. Proses ini harus dilakukan enam tahun sebelum pelaksanaannya dan melalui proses yang cukup panjang, semua telah dilalui prosesnya,” kata Ketum KONI Pusat.
Nizar Rahmatu Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah periode 2021-2025
Sementara itu Nizar Rahmatu Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah periode 2021-2025, menyampaikan kehadirannya sebagai Ketua KONI Sulteng di Rakernas dan Musornaslub KONI tahun 2022.
“Ini agenda yang pertama adalah penataan organisasi kita melalui program program KONI kedepannya. dalam rangka pembinaan prestasi. dalam program itu kegiatan multi event jadi bertambah banyak yang dulunya PON Remaja sempat ada. sekarang diadakan kembali lagi PON Remaja. Ada PON khusus beladiri kemudian ada PON olahraga pantai kemudian nanti PON besarnya di Aceh dan Medan Sumut,”ucap Nizar, Selasa (13/09/2022).
Lebih lanjut.Sambung Nizar. Munaslub ini juga menetapkan NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON ke-22 di tahun 2008. sebenarnya sih ini harus lebih dari satu bidingnya cuma karena situasi dan kondisi sehingga beberapa provinsi termasuk kami yang awalnya sudah mendeklarasikan diri untuk mencalonkan juga. karena kondisi kita menghadapi Ponprov juga situasi pandemi sehingga kita lebih memprioritaskan yang lain.
“Kita berharap ditunda biding ini tetapi karena ini sudah kemauan dari mayoritas sehingga kita menghargai keputusan itu. menjadi keputusan organisasi tinggal bagaimana nanti negara menyetujui hasil ini karena keputusan ini akan dikirim ke Pak Menpora mewakili negara untuk ditetapkan lagi. Untuk jenis olahraga itu ada beberapa puluh yang akan dipertandingkan tuan rumah aceh – medan kita persiapannya adalah nanti Pra PON di 2023,”tuturnya.
“Harapan saya ke depannya adalah kepada cabor-cabor induk terutama cabor yang ada di Jakarta supaya benar benar perangkat perangkat pertandingannya bertindak secara objektif terhadap penilaian penilaian atlet yang berprestasi. kita di daerah membina atlet itu kan tidak gratis. kita butuh biaya besar terus pada saat multi event lantas dicurangi kan karena faktor tuan rumah atau faktor apa harapan kita tidak ada lagi seperti itu, “ujarnya.
Di tanya target untuk Sulteng sendiri di PON 2024 nanti. Nizar mengatakan target kita ya tentu lebih baik dari PON Papua kemarin. kita lebih ke renang dan beberapa cabor beladiri kemudian juga cabor-cabor yang kemarin mendapatkan medali di Papua sebanyak 12 medali kita pertahankan. minimal kita mempertahankan itu.
Pertanyaan terkait prestasi olahraga renang dan atletik Indonesia yang masih terpuruk di tingkat internasional. Nizar menjelaskan bahwa memang dalam Peraturan Presiden (PERPRES) tentang Desain Besar Olahraga Nasional itu, menjelaskan bahwa setiap daerah diharapkan ada unggulan sesuai dengan karakteristik daerahnya masing-masing tentu yang diutamakan ada olahraga Olympic. unggulan secara nasional itu kan ada dua kita kedepan target medali emas itu badminton sama panjat tebing. panjat tebing itu yang menjadi prioritas yang diharapkan kedepan di Olimpiade Paris akan berbicara, “jelasnya.
“Harapan kita untuk mencapai prestasi itu kan harus melakukan penataan organisasi. kita harus melakukan penataan organisasi, konsolidasi di tingkat pusat sudah bagus. tinggal di tingkat daerah. juga kita melakukan konsolidasi dengan baik. dan berharap seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat dalam membangun olahraga. karena olahraga ini bagi kami, bagi saya adalah soal harga diri dan harkat martabat. tentu harus diperjuangkan, menggandeng seluruh pemangku kepentingan, “pungkasnya.
(MY)