INDONET7.COM SORONG- Juru bicara Papua For Ganjar-Mahfud (PAGAMA) Tanah Papua Yosep Titirlolobi, SH kepada media ini mengatakan bahwa apabila Ganjar-Mahfud memenangkan Pilpres, maka Smelter Freeport yang sudah dirancang oleh Presiden Jokowi untuk dibangun di Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur akan dibatalkan dan dikembalikan untuk di bangun kembali di tanah papua.
Hal ini dikatakan Yosep, bahwa Presiden Jokowi telah mengambil keputusan yang salah pada tahun 2017-2018 tanpa menggubris dan mendengar penolakan yang telah dilakukan oleh mahasiswa dan orang asli papua agar Smelter Freeport tetap dibangun di Tanah Papua.
Menurut Yosep, Presiden Jokowi seakan-akan telah berpikir bahwa dengan membangun infrastruktur di Papua akan membuat orang papua sejahter padahal 10 tahun memimpin orang papua belum merasakan kesejahteraan yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi lewat programnya selama 10 tahun.
Kesalahan Presiden Jokowi terhadap orang papua adalah dengan memerintahkan Smelter Freeport Indonesia di bangun di Gresik, padahal kenyataan yang terjadi dari Sorong sampai Merauke semua orang Papua menolak Smelter Freeport di bangun di Gresik.
Perlu diketahui bahwa tanah di Papua sangat luas 4 kali lipat luas tanah di Jawa Timur, untuk itu tidak ada alasan untuk Smelter Freeport Indonesia di bangun di Kabupaten Gresik.
Untuk itu, saat Calon Presiden Ganjar Pranowo datang di Sorong dan di kawal oleh ratusan relawan, dan poin yang kami masukkan kepada bapak Ganjar adalah untuk membatalkan pembangunan Smelter Freeport Indonesia di kabupaten Gresik.
Sebagai tim pemenangan Ganjar-Mahfud di tanah papua kami yakin bahwa Ganjar-Mahfud akan mengembalikan pembangunan Smelter Freeport Indonesia yang semula di bangun Jokowi di Gresik untuk dibangun kembali di Tanah Papua, tentu setelah Ganjar-Mahfud menjadi Presiden dan Wakil Presiden.
Lanjut Yosep, Aspirasi masyarakat papua tentang Smelter Freeport Indonesia sudah ada ditangan Bapak Ganjar Pranowo, maka itu sebagai Juru bicara Papua For Ganjar-Mahfud (PAGAMA) dan juga sekaligus Ketua Tim Advokasi Hukum Pagama saya meminta kepada masyarakat untuk bersabar, karena besok tanggal 14 adalah penentuan siapa yang akan terpilih.
Sementara itu menurut Yosep, data yang kami miliki bersama ratusan relawan Ganjar-Mahfud se-tanah papua di tambah dengan Partai Pendukung mulai dari PDI-P, PPP, Perindo dan Hanura setanah papua sudah bisa dipastikan bahwa Ganjar-Mahfud akan menang di Tanah Papua, tegas Yosep.