INDONET7.COM JAKARTA 28 Maret 2022-Bertempat di Hotel Salak the Heritage Bogor diselenggarakan acara Musyawarah Nasional Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia (APCASI).
Acara dihadiri oleh Ketua Umum APCASI Dikki Akhmar SSi,.MM dan Sekretaris Jenderal APCASI Deswan Hardjo Putra,Hawari Danil Ketua DPP dari Sumatera Utara dan sejumlah Pengurus dan Anggota APCASI.

Ketua Umum APCASI Dikki Akhmar SSi,.MM saat ditemui awak media mengatakan Artinya sebetulnya di dalam negeri sendiri melakukan demo buat cangkang sawit sama sekali tidak relevan yang kedua dari sisi logistik cost yang digunakan di dalam negeri ini diharapkan PLN bisa menggunakan cangkang sawit. Jadi maksudnya itu tidak semuanya diekspor tapi 20% atau sekian persennya saja dari sisa pemakaian dalam negeri ,”jelas Dikki.
Dikki menambahkan pada dasarnya menjual ke dalam negeri itu jauh lebih untung dibandingkan jual ekspor yaitu ditegaskan menjual dalam negeri itu lebih profit daripada ekspor. Kenapa harganya sama dengan harga ekspor tapi tidak ada potongan pajaknya, kalau di dalam negeri ,tapi kalau ke luar negeri ada yang namanya bea keluar, semua itu malah mengurangi profil kita,”ucap Dikki.
Dikki melanjutkan rekomendasi soal pelabuhan,hampir semua keberadaan cangkang sawit Kita itu adanya di daerah-daerah yang jauh dari pusat industri jauh dari pelabuhan utama sementara yang diekspor itu justru adalah barang-barang yang berasal dari sana dari daerah-daerah. makanya kami berharap bahwa di daerah-daerah ada pelabuhan-pelabuhan yang belum resmi segera difasilitasi dan dilengkapi oleh BUMN Pelabuhan BPUPKI untuk bisa dilengkapi fasilitas sehingga kita bisa mengekspor di sana Jadi kalau misalkan bisa dilakukan itu maka secara logistik menjadi lebih mudah potensi ekspor devisa negara bisa menjadi semakin besar,”jelas Dikki.
Dikki jelaskan lagi cangkang sawit juga berpotensi sebagai devisa Sumber devisa negara dibandingkan dengan digunakan oleh kebutuhan PLN hanya persoalan logistik saja tapi aplikasi secara umum mendukung penggunaan cangkang sawit di dalam negeri. dan pelaksanaan Ekspor kita ke luar negeri dengan pajak yang tinggi,”tegas Dikki.
(MY)