INDONET7.COM JAKARTA-Pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, The 23th Jakarta International Handicraft Trade Fair kembali di gelar oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) yang merupakan wadah bagi produsen dan eksportir handicraft Indonesia di Jakarta. Inacraft ini berlangsung pada 1 – 5 Maret 2023.
“Tahun ini, pameran INACRAFT diikuti 1.118 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) peserta, mengisi 1.200 booth yang terdiri dari 904 anggota ASEPHI, 214 non anggota, dan 61 peserta binaan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian BUMN dan Kementerian Hukum dan HAM, 35 BUMN, 255 peserta binaan dinas atau dekranasda.
Hal ini juga menjadi peluang besar bagi salah satu peserta pameran dari Yogyakarta, yang hadir dengan brand “Kainnesia”Kain Tenun Indonesia yang ikut meramaikan pameran ini dalam menunjukkan eksistensi seni, kreativitas dan kerajinannya.

Nursalam owner dari brand “Kainnesia” Kain Tenun Indonesia mengatakan ini adalah pertama kali di Indonesia ikut Inacraft, Jadi sebelumnya kami mau fokus di media sosial, Instagram dan penjualan yang maksimal 80% kami dari online, yang ini salah satu saja mungkin bagi kami untuk bertemu langsung dengan para pelanggan karena memang hampir 60% pelanggan kami dari Jabodetabek,Jadi kami ingin langsung ketemu dengan para teman teman pelanggan kami,”tutur Nursalam.
Apalagi ini acara di JCC langsung dan momen Inacraft ini adalah satu salah satu momen yang kita tunggu dari dulu, kita bisa diberikan kesempatan masuk tahun ini, dan kami ikut ajang ini jujur baru pertama kali kita ikutin Inacraft dan mungkin Ini pertama kali juga kita ke Jakarta,”ucapnya.

Untuk pameran kita Store -store nya itu di Yogyakarta,Kalau produk memang di awal kita mengenalkan kain tenun dari berbagai daerah di Indonesia dan di sini kita mengadakan autentik tradisional yang asli dari daerah, jadi ada dari berbagai daerah kita bawa dan ada kain otentik yang memang kita beli kita bikin sendiri juga motif geometris yang memang kita pengen kenalkan ke anak-anak muda untuk pengen memakai kain tenun untuk keseharian jadi kita buatkan motif yang lebih modern sehingga teman-teman bisa memakainya,”ujar Nursalam.
Nursalam menambahkan Kita menonjolkan motif geometris dan ada beberapa yang motif Sumba yang kita tonjolkan untuk di kain tradisional aslinya, jenis produk yang kita bawa ada kain blanket, tenun terus ada aksesorisnya, ada tas sama sepatu sama baju,topi sama aksesoris juga, kebanyakan yang kami bawa adalah jenis motif yang kami perkenalkan ada 50 jenis motif.
Harga bervariasi kurang lebih dari 500 ribu sampai 5 jutaan, tapi ada juga yang kain-kain kontemporer, kain tradisional asli,harganya sampai 8 jutaan juga ada, kita beberapa kali punya buyer dan juga relasi di luar negeri, beberapa produk kami yang dibuat khusus untuk di beberapa negara besar di Kanada dan sebagainya.Jadi kalau untuk keluar memang kita sudah ada brand kelasnya, modelnya sudah mereka inginkan dari Indonesia sendiri.
Harapan kami semoga bisa dapat buyer ataupun pembeli yang bisa terus untuk kedepannya, kami berharap ada beberapa buyer luar negeri kemarin sudah dapat dari Malaysia juga yang mau customize kain tenun dan harapan kami ketika ikut pameran kita bisa langsung berbincang dan juga bertemu dengan buyer dari luar negeri.Store kami masih di satu tempat ya di Jalan Veteran No 83 warungboto Umbulharjo Bandung di sana ada tempat 11 miniatur tekstil ataupun tenun dari berbagai daerah di Indonesia,”pungkas Nursalam dengan semangat.
(MY)