INDONET7.COM JAKARTA – Indonesian Petroleum Association (IPA) ke-46 Tahun 2022 (“IPA Convex 2022″) kembali digelar. Acara tahunan Indonesian Petroleum Association (IPA) ini berlangsung dari Rabu hingga Jumat (21 – 23 September 2022).,di Jakarta Convention Centre, Jakarta. dengan mengusung tema“ Mengatasi Tantangan Ganda: Memenuhi Kebutuhan Energi Indonesia Sambil Memitigasi Risiko Perubahan Iklim”.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif, Rabu (21/9).
Ketua Panitia IPA Convex 2022, Krishna Ismaputra, mengatakan IPA Convex 2022 diselenggarakan secara luring (offline) dan daring (online). Meski dilakukan offline, pelaksanaan IPA Convex juga tetap mematuhi protocol kesehatan sesuai arahan Satgas Covid-19.
Anak perusahaan dari PT. Penta Energi Utama PT Penta Pipa Solusi dan PT. Penta Gas Sistems agen tunggal dari Galileo di Argentina turut ambil bagian di pameran ini. Yang menyediakan solusi sistem perpipaan One-Stop, End-to-End dengan teknologi RTP terbaik di dunia untuk industri Minyak & Gas, Pertambangan, Air dan Petrokimia.
Pedro Nemalceff, Presiden Direktur PT. Penta Pipa Solusi (PE) dan PT. Penta Gas Sistems (Dengan Agen tunggal Galileo dari Argentina) mengatakan Galileo hadir dengan technology nya nano LNG. Dimana di Indonesia yang kita ketahui seperti kilang LNG yang besar, seperti LNG Arun, Bontang, Tangguh, dan itu perlu cadangan Gas sangat besar dengan biaya investasi mahal sekali.
“Namun Indonesia punya cadangan yang kecil. yang tidak bisa dimanfaatkan, Karena lokasi dan volumenya kecil. Sehingga pasang pipa saja tidak bisa. Oleh karena itu Galileo hadir sebagai solusi dengan Nano LNG, jadi bisa 0,8 MMSCFD ke atas. Jadi lapangan kecil tidak bisa jual gas kemana-mana karena terlalu jauh. Kita langsung pasang nano LNG atau trayobox ke sumur langsung kita cairkan. Menjadi gas tapi dalam bentuk cair. Dan kita masukan ke truk isotank dan bisa transportasi 200 sd 300 km secara ekonomi baru sampe ke pasar, jelasnya.
Lebih lanjut. sambung Pedro.karena jika cadangan gas terlalu besar sulit untuk pasang pipa. dan ini solusinya.
Tantangan nomor satu bagi orang Indonesia adalah jika belum kenal tekhnologinya walaupun sudah dipakai dimana mana di dunia. Mereka masih mengatakan jika ini belum ada di indonesia, mereka tidak berani. Dan ini menjadi tantangan bagi tehnologinya.
Jadi kalau sampai orang kita mengambil langkah ke tehnologi baru, ini adalah halangan nomor satu, “tuturnya.
Pedro mengatakan jika Tuhan izinkan tahun tahun 2023 nanti kita sudah ada project pertama untuk tehnologi ini. Meskipun di luar negeri sudah di pakai. Dan kalau sudah berjalan dan terbukti di negara kita maka orang mengetahuinya. Rencananya Project ini akan di daerah Jawa Tengah, Sumatra Selatan dan kalimantan timur, “ujarnya.
Kita berharap di pameran ini kita lebih memperkenalkan tehnologi nya agar orang tau bahwa tehnologi ini sudah ada dan di pakai di luar negeri. Yang kedua adalah di Indonesia sudah ada perusahaan nya yang 100% orang Indonesia. Karena Galileo adalah perusahaan di argentina dan kita adalah sebagai salah satu agen tunggal di Indonesia. Jadi perusahaan kita yang membawa tehnologi dari luar untuk penggunaannya di Indonesia. Jadi bukan perusahaan asing yang membawa ke Indonesia tetapi kita yang membawanya ke Indonesia, “Jelas Pedro.
Pedro berharap mudah mudahan dengan pameran ini, orang akan kenal tehnologi nya dan jika nanti projectnya sudah terbukti maka akan tersebar di seluruh Indonesia karena itu adalah peluang, “Pungkas Pedro.
(MY)