INDONET7.COM JAKARTA-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif membuka secara resmi The 8th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2022 yang akan berlangsung dari tanggal 14 sd 16 September 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (14/9/2022) sebagai agenda tahunan Asosiasi Panas bumi Indonesia (API).
PT Geo Dipa Energi (Persero) sebagai Perusahaan Patungan (joint venture) PERTAMINA dan PLN untuk mengelola lapangan panas bumi Dieng dan Patuha turut ambil bagian di pameran kali ini.
Yudistian Yunis, Direktur Pengembangan Niaga dan Eksplorasi PT Geo Dipa Energi (Persero) mengatakan,”Kami adalah BUMN geotermal sekaligus juga
salah satu Special Mission Vehicles (SMV) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Kami mendapat tugas untuk mengembangkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 dan PLTP Patuha Unit 2 dengan masing-masing kapasitas 55 MW. dan satu PLTP Dieng Small Scale (1×10 MW) juga untuk mengembangkan kontrak area Dieng hingga 400 MW. Dan hari ini juga kami sedang melaksanakan pengembangan unit kedua 55 Megawatt dengan melakukan pengeboran sumur panas bumi sebanyak 10. Hari ini sudah 4. “Alhamdulillah kami sudah hampir mencapai kapasitas yang akan kami bangkitkan. In Shaa Allah kalau tidak ada halangan kami akan ground breaking PLTP pada 2023,”terangnya.

Lebih lanjut.Sambung Yudistian. untuk di Patuha kami punya satu unit 55 MW Pengembangan disana juga 400 MW. “Alhamdulillah kami mendapatkan bantuan dari Asia development bank. untuk mengembangkan Dieng dua dan Patuha dua. di Patuha kami sedang melaksanakan pengeboran 4 sumur dari 10 sumur yang kami rencanakan. Mudah mudahan di awal 2024 kami bisa melaksanakan ground breaking di Patuha, “ucapnya.
Harapan kami Geothermal terus berkembang di Indonesia. Kami sebagai BUMN geothermal juga diberikan tugas oleh pemerintah untuk melakukan Explorasi – Explorasi panas bumi di daerah daerah yang ditunjuk oleh pemerintah.
Ketika ditanya pandangannya terkait pameran ini. Yudistian mengatakan “Pameran ini baik, kita asosiasi atau pelaku panas bumi terhambat dengan pandemi. Namun seperti yang kita saksikan pengembangan dan pekerjaan geothermal tetap berjalan, “ujarnya.
Yudistian berharap dengan adanya pameran exhibition ini membuat kita saling bertukar informasi mendapatkan hal hal baru dalam program panas bumi. Dan PT. Geo Dipa Energi (Persero) juga punya kesempatan bisa membuka diri lebih besar lagi untuk sama sama mengembangkan panas bumi di Indonesia dengan pihak pihak swasta lainnya.
Sementara itu anif Osman, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Umum PT. Geo Dipa Energi (Persero) mengatakan bahwa PT GEO adalah satu satunya BUMN panas bumi di bawah kementerian keuangan.
Hanif menilai acara ini sebagai salah satu sarana untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa panas bumi adalah merupakan salah satu industri yang sangat ramah lingkungan. “Ini yang mungkin banyak persepsi di masyarakat bahwa panas bumi itu adalah salah satu aktivitas yang merusak lingkungan. Nah ini yang mestinya kita edukasi terus menerus.
Contoh nya adalah kenapa panas bumi menjadi salah satu energi baru terbarukan dan great energi.
Ada beberapa hal antara lain adalah panas bumi itu berada di sektor sektor yang hanya dalam bentuk pengeboran dalam. hampir dua ribu meter. artinya kalau kita berbicara tentang lingkungan sebenarnya tidak ada pengaruh bagi supply air untuk masyarakat karena air itu tergantung sama diatas permukaannya. Hal hal seperti itulah yang perlu kita lakukan edukasi terus menerus, “terang nya.
Kemudian juga terhadap lingkungan misalnya. energi panas bumi ini sebenarnya tidak terlalu memberikan dampak signifikan terhadap
climate change artinya mereka tidak mengeluarkan suatu aktivitas yang bisa mempengaruhi lingkungan. Itu juga perlu kita edukasi kepada masyarakat. Kenapa makanya pemerintah sudah menargetkan adanya energi low emision di tahun 2060. Tentu nya energi panas bumi yang merupakan bagian daripada untuk mencapai merger emotion di 2060,”ujarnya.
Ditanya mengenai harapannya di pameran ini, Hanif berharap tentunya pameran ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat , mahasiswa, terutama masyarakat yang berada disekitar projek projek tersebut untuk bisa datang kemari dan melihat, berdiskusi dan bertanya langsung dengan pemain pemain di panas bumi ini. Bagaimana industri panas bumi itu bisa berjalan tentunya. Salah satu contoh di Perancis dimana usia power plantnya sudah 100 tahun lebih dan itu tetap berjalan, bagus dan tidak berpengaruh kepada adanya peningkatan emisi karbon. Dan itu yang harus terus kita bangun seperti itu, “pungkasnya.
(MY)